Month: May 2020

Daftar Alat Musik Tradisional Yogyakarta

Daftar Alat Musik Tradisional Yogyakarta – Yogyakarta atau sering disingkat disingkat dengan sebutan Jogja ini adalah kota yang terkenal dengan makanan khasnya yaitu, Gudeg. Makanan satu itu merupakan ikon Yogyakarta yang menjadi salah satu makanan khas daerah tersebut. Tak hanya itu, kota ini juga memipunyai variasi tempat wisata yang keindahan tak kalah dengan kota lainnya. Salah satunya yang paling terkenal adalah Malioboro.

Selain tempat wisata, Yogyakarta juga mempunyai kelebihan dalam bidang kesenian lokalnya. Terutama pada alat musik tradisional khas Yogyakarta. Sama halnya dengan tombak Kyai Wijoyo Mukti yang merupakan pusaka pemberian Raja Keraton Yogyakarta, alat musik tradisional juga wajib kita lestarika di era perubahan teknologi yang semakin canggih ini. Tujuan tersebut agar keberadaannya tidak tergantikan oleh alat musik modern lain yang semakin maju. bandar ceme

Untuk membahasnya lebih lanjut, berikut adalah alat musik Yogyakarta dan cara memainkannya:

1. Krumpyung

Daftar Alat Musik Tradisional Yogyakarta

Alat musik tradisional ini asalnya dari Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Biasanya lagu yang dibawakan oleh Krumpyunng adalah Langgam Jawa, Uyon-uyon, dan Campursari. Selain itu, Krumpyung juga dimainkann pada hari kemerdekaan Indonesia, sebagai penyambutan tamu-tamu yang berkunjung dari Istana Negara. Untuk memainkan Krumpyung adalah dengan ditiup.

2. Gejong Lesung

Alat musik yang dimainkan oleh 4 hingga 5 orang ini atau lebih diperdengarkan sebagai instrument musik perkusi yang mengandalkan alat penumbuk padi tradisional. Alat tersebut dinamakan lesung dan alu/antan. Untuk memainkannya, Lesung dipukul dengan alu atau antan pada bagian atas, samping, tengah, atau tepat pada bagian cekungan. Sehingga alat musik tersebut akan menghasilkan suara “thok thek thok thek” yang saling berahut-sahutan dengan irama indah.

3. Peking

Alat musik tradisional ini termasuk kedalam golongan jenis saron, atau dalam Gamelan Jawa Peking disebut dengan Saron Panerun. Peking menghasilkan nada suara yang paling tinggi. Dengan bentuk fisik Peking yang mempunyai 6 hingga 7 bilah yang disusun pada bingkai kayu sebagai resonatornya.

Untuk memainkan Peking adalah dengan cara dipukul pada lempengan-lempengan yang akan menghasilkan nada berbeda sesuai pada ukuran serta ketebalan bilah logam tersebut.

4. Gong Kecil (Kempul)

Kempul yang merupakan gong ukuran kecil ini merupakan salah satu komponen gamelan yang dimainkan dengan cara di tabuh menggunakan alat pemukul khusus alat musik Gong. Umumnya, Kempul digantung menjadi satu dengan alat musik Gong lainnya. Ia juga termasuk golongan instrumen keras dari gamelan.

Alat musik tradisional ini berhubungan dengan lagu atau gendhing, yang berfungsi sebagai menandai aksen-aksen penting dalam lagu kalimat tersebut.

5. Gambang

Alat musik dengan 18 bilah bambu ternyata juga populer di Yogyakarta. Biasanya Gambang dimainkan dalam kesenian Gambang Kromo. Untuk memainkan Gambang adalah dengan cara dipukul menggunakan alat pemukul khusus yang pada bagian ujungnya dibalut kain agar menghasilkan suara indah tanpa merusak kepingan logam. Tangga nada yang dihasilkan berbeda yaitu mayor, minor, dan Gregorian.

6. Slenthem

Alat musik tradisional ini juga termasuk instrument gamelan dengan bentuknya dari lembaran lebar logam tipis yang diuntai dengan tali, kemudian di rentangkan pada atas tabung-tabung.

Slenthem dimainkan dengan cara ditabuh. Sama halnya dengan saron, ricik, dan balungan saat ditabuh, suara yang dihasilkan Slenthem merupakan dengungan rendah atau gema yang mengikuti nada alat musik tersebut.

7. Gender

Alat musik yang dimainkan dengan cara dipukul ini juga menjadi komponen gamelan Jawa. Gender mempunyai 10 hingga 14 bilah logam kuningan, dengan nada yang berbeda-beda sesuai dengan nada yang dimainkan.

Untuk gamelan Jawa mempunyai tiga gender yakni slendro, pelog pathet nem, dan lima, serta pelog pathet barang.

8. Gong Sebul

Gong Sebul merupakan alat musik tradisional yang terbuat dari bambu. Walau diberi nama Gong, namun bentuk fisik alat musik ini tidak seperti Gong pada umumnya. Namun berupa sepotong bambu petung atau bambu raksasa dengan panjangnya sesuai dengan nada yang akan dihasilkannya. Gong sebul dimainkan dengan cara di tiup.

9. Gendang

Tidak hanya ada di Jawa Tengah dan Jawa Barat, Gendang juga terkenal di Yogyakarta. Gendang dipermainkan sebagai pengatur irama yang dimainkan dengan cara ditabuh. Untuk ukuran Gendang kecil disebut Ketipug, ukuran Gendang sedang disebut kebar atau kendang ciblon. Gendang bisa juga dimainkan dengan cepat untuk pembukaan lagu jenis lancaran, ladrang irama tanggung.

10. Demung

Alat musik tradisional ini juga termasuk kedalam instrumen gamelan. Demung mempunyai wilahan saron yang menghasilkan nada lebih rendah. Umumnnya, tabuh Demung dibuat dari kayu dengan bentuk seperti palu namun lebih besar dan lebih berat ketimbang tabuh saron. Demung dimainkan dengan cara ditabuh yang sesuai nada secara bergantian antara demung 1 dan demung 2.

11. Rinding Gumbeng

Alat musik tradisional ini aslinya berasal dari Gunung Kidul. Kesenian ini menjadi identitas pada kehidupan masyarakat Gunung Kidul yang terkenal sederhana, ulet, hingga dekat dengan alam. Rinding Gumbeng juga merupakan sebuah tradisi rakyat setempat yang tidak terpisahkan dengan sistem bertani masyarakatnya.

Untuk memainkan dengan Rinding Gumbeng adalah dengan cara diletakkan dibibir mulut dan sedikit merenggang.

12. Gong Kumodhog

Istilah nama alat musik tradisional ini berasal dari bahasa Jawa yang terdiri dari kata gong dan kumodhog. Gong Kumodhog dimainkan dalam kesenian Siteran dari dukuh Penggok, Kelurahan Tri Mulyo, Kecamatan Jetis, Bantul. Gong Kumodhog dibuat dari 2 bilah besi atau perunggu dengan panjang sekitar 45 cm dan lebar 25 cm.

Untuk memainkan Gong Kumodhog adalah dengan cara memukul gong yang dimainkan oleh satu orang dewasa atau remaja.

13. Dhodhog

Alat musik tradisional ini dimainkan pada kesenian Barzanzi dan Angguk di Kopen WOnokerto, Turi Sleman. Suara yang dihasilkan oleh Dhodhog terdengar suara “dug-dug” sehingga dinamakan ‘dhodhog’ atau ‘bedhug’. Dhodhog dibuat dari beragam jenis kayu seperti jati, kayu nangka, atau kayu kelapa. Untuk memainkan Dhodhog dengan cara ditabuh.

14. Terbang

Nama alat musik tradisional ini berasal dari bahasa Jawa yang mempunyai kesamaan dengan arti rebana. Terbang biasanya dimainkan dalam kesenian Slawatan Katolik di Demangan, Kelurahan Argodadi, Kecamatan Sedayu, Bantul.

Terbang dibuat dari bahan kayu nangka dan kulit sapi dengan bentuk menyerupai mangkok atau setengah bulat. Untuk memainkan Terbang adalah dengan cara dipukul.

15. Thunthung

Thunthung biasanya dimainkan dalam kesenian musik pek bung di Klindon Mantren, Sukaharjo, Ngaglik, Sleman. Namanya diambil dari suara yang dihasilkan oleh Thunthung yang terdengar bunyi ‘thung-thung’.

Alat musik tradisional ini dibuat dari bambu petug, dan diutamakan yang mempunyai kualitas keras. Dengan bentuknya yang sama seperti kenthongan bambu, pada bagian atas thunthung dipasang sebilah bambu yang kemudian dipaku. Sementara itu, di masyarakat thunthung dipergunakan sebagai pengiring tarian anak-anak. Dimainkannya dengan cara ditabuh.

Deretan Lagu Khas Sumatera Barat Beserta Maknanya

Deretan Lagu Khas Sumatera Barat Beserta Maknanya – Lagu daerah Sumatera Barat disertai dengan lirik, makna dan penjelasannya merupakan nama – nama lagu tradisional yang penting untuk diketahui oleh warga Indonesia, dimana saja berada, baik orang yang berada di Sabang maupun yang bertempat tinggal di Merauku.

Apa saja lagu daerah suku Minang ini akan Anda ketahui usai membaca artikel yang kami tulis. Beruntung Anda bisa membacanya. Artinya wawasan Anda pada bidang seni musik akan bertambah disaat orang lain banyak yang tidak mau ambil peduli. ceme online

Kumpulan lagu adat Padang ini mengandung banyak pesan – pesan kebaikan bagi orang yang mendengarkan. Ada tentang percintaan, pertemanan, rindu kepada kampung halaman. Maka sangat disayangkan jika kita tidak mau mengenal lebih jauh terhadapnya. Padahal sekarang sangat mudah untuk mendapatkan informasi. Cukup dengan membuka alat komunikasi modern, maka dengan cepat macam – macam lagu daerah yang ada di Sumatera Barat Anda diketahui melaui sarana Komunikasi Daring itu.

Seiring berjalannya waktu, beberapa lagu daerah Sumbar ini dimordenisasi oleh seniman. Inisiatif ini bertujuan menjadikan lagu klasik beradaptasi dengan zaman dan keadaan. Tentu saja, kreatifitas mengubah lagu ini boleh – boleh saja asal jangan merubah esensi lagunya. Terjadinya perubahan akan menyakiti perasaan dari penciptanya.

Oh iya, sebelumnya kami sudah menuliskan lagu daerah Aceh dan lagu daerah Sumatera Utara serta lagu daerah Riau. Semuanya silahkan untuk Anda baca. Sampaikan kritik dan saran jika menemukan kekeliruan terkait penulisan atau letak notnya.

Ada yang lupa, kami juga sudah mempublikasikan tentang lagu daerah dari Lampung yang bisa juga Anda baca.

1. Kampuang Nan Jauah di Mato

Deretan Lagu Khas Sumatera Barat Beserta Maknanya

Lagu daerah asal Sumatera Barat yang satu ini sangat akrab ditelinga kita ketika tahun 1990 an. Lagu ini dinyanyikan dengan sangat nyaring oleh Chikita Meidy seorang penyanyi anak-anak yang sangat sukses di eranya. Hampir setiap hari kita bisa mendengarkan nyanyian ini dilingkungan sekitar kita meski bukan berasal dari suku minang. Lagu ini bercerita tentang kerinduan seorang kepada kampung halamannya ketika dia merantau.

Berikut adalah potongan lirik lagunya :

Kampuang nan jauh di mato

Gunuang sansai bakuliliang

Den takana jo kawan-kawan den lamo

Sangkek basuliang-suliang

Panduduaknyo nan elok

Nan suko bagotong-royong

Kok Susah samo samo diraso

Den takana.. jo kampuang

2. Gelang Sipaku Gelang

Gelang Sipaku Gelang adalah lagu yang sangat populer dikalangan anak -anak sejak zaman dulu hingga sekarang. Biasanya lagu ini dinyanyikan ketika akan pulang dari taman kanak-kanak.

Berikut adalah potongan lagu Gelang Sipaku Gelang :

Gelang sipaku gelang

Gelang sipaku gelang

Gelang si rama rama

Mari pulang

Marilah pulang

Marilah pulang

Bersama-sama

Lihat: Rental Mobil Padang

3. Bareh Solok (Beras Solok)

Deretan Lagu Khas Sumatera Barat Beserta Maknanya

Lagu ini bercerita tentang hasil pertanian daerah Solok yang berupa beras. Memang daerah Solok dikenal dengan berasnya yang memiliki kualitas tinggi dengan rasa yang enak dan menggugah selera.

Berikut adalah potongan lirik lagu Bareh Solo:

Bareh Solok tanak di dandang

dipagatok ulam pario

Bunyi kulek cando badendang

dek ditingkah, ehem, si samba lado

Bareh Solok bareh tanamo

bareh Solok lamak rasonyo

Bareh solok bareh tanamo

bareh solok lamak rasonyo

4. Tak Ton Tong

Lagu ini dikenal luas oleh masyarakat Indonesia karena pernah mengisi acara ulang tahun ASEAN yang ke 50. Lagu ini bercerita tentang orang yang dulunya memiliki jabatan yang baik namun berubah menjadi penarik becak/pedati.

Berikut adalah lirik lagu Tak Tong-Tong:

Tak tontoang galamai jaguang

Tagunda-gunda lah kacambuang basi

Yo dahulu lah balaki ajuang

Kini lah balaki lah tukang padati

Tak tontoang galamai jaguang

Tagunda-gunda lah kacambuang basi

5. Ayam Den Lapeh (Ayamku Lepas)

Lagu asal Sumatera Barat ini dulunya pernah dinyanyikan oleh penyanyi legendaris Elly Kasim. Lagu ini bercerita tentang hewan peliharaan yaitu ayam yang mana pada zaman dahulu ayam ini merupakan beliharaan yang sangat berharga.

Berikut adalah potongan lirik lagu Ayam Den Lapeh :

Luruihlah jalan Payakumbuah

Lurus jalan menuju Payakumbuh

Babelok jalan Kayu Jati

Berbelok jalan Kayu Jati

Dima hati indak kan rusuah

Bagaimana hari tidak rusuh

Ayam den lapeh, ohoi … ayam den lapeh

Ayamku Lepas, ohoi … Ayamku Lepas

6. Dindin Badindin

Lagu ini juga biasanaya diapakai untuk mengiringi tarian Indang. Dulunya lagu ini dijadikan sebagai sarana dakwah agama Islam. Biasanya lagu ini dimainkan ketika pemuda dan pemudi pulang dari surau. Saat ini lagu ini sudah mengalami penggubahan dari lirik awalnya.

Berikut ini adalah lirik lagu Dindin Badindin:

Balari-lari.. bukannyo kini carai..

Pandang tajauah di muaro..

Kami manari basamo-samo..

Paubek hati sanak sadonyo..

Ikolah indang Sungai Garinggiang

Kami tarikan basamo-samo

Sambuiklah salam oi sambak mairiang

Pado nan sanak ai nan tibo

7. Kambanglah Bungo

Lagu ini bercerita tentang keindahan alam minangkabaudan kearifan lokal yang ada disana. Tanah minang memang dikenal dengan keindahan alamnya. Jika diumpamakan maka keindahan alam Minang kabau ibarat bunga yang baru mekar.

Berikut adalah Lirik potongan lirik lagu Kambanglah Bungo :

Kambanglah bungo parawitan

Simambang riang ditarikan

Di desa dusun Ranah Minang 2x

Kambanglah bungo parawitan

Bungo idaman gadih-gadih pingitan

Dipasuntiang siang malam

Bungo kanangan gadih nan jombang

Lihat: Rumah Adat Padang Sumatera Barat

8. Lah Laruik Sanjo

Lagu ini diciptakan oleh Asbon Madjid dan pernah dipopulerkan oleh penyanyi Elly Kasim. Lah Laruik Sanjo bercerita tentang bagaimana ketika waktu senja datang.

Berikut adalah Potongan lagu Lah Laruik Sanjo :

Mandi ka Lubuak Mandalian 2x

Udang disangko tali-tali 2x

Mabuak untuang jo parasaian 2x

Patang disangko pagi hari 2x

Ondeh ondeh, lah laruik sanjo..

Lai ditimbo nan ba-udang 2x

Biluluak juo nan tatimbo 2x

9. Kutang Barendo

Lagu ini berisi tentang nasihat dan ajakan kepada orang tua untuk senantiasa menjaga anaknya dari pergaulan yang salah dan jangan sampai terjerumus pada perbuatan terlarang yang akan merugikan diri.

Berikut adalah potongan lirik lagu Kutang Barendo:

Yo olala kutang barendo

nan tampuruang sayak babulu

Lah tamanuang nan tuo-tuo

Takana mudo nan dahulu

Antah manga gadih jo bujang

Lah gilo raun tiok hari

Talingo lah samo basubang

Nan bapakai imitasi

10. Anak Daro

Lagu ini bercerita tentang kebahagian sepasang pengantin baru dan juga seluruh keluarga dan para tamu undangan yang datang. Anak Daro yang berarti pengantin perempuan.

Berikut adalah potongan lirik lagu anak Daro:

Anak musang di ateh pulai

Anak tampuo di dalam baniah

Kain lah usang tidak bapakai oi

Awak lah tuo tidak babuni

Pak Dukun batunang pulo, batunang jo anak daro

Pak Dukun batunang pulo, batunang jo anak daro

Anak daro …