Tag: ALAT MUSIK TRADISIONAL BANTEN

ALAT MUSIK TRADISIONAL BANTEN

ALAT MUSIK TRADISIONAL BANTEN – Banten adalah sebuah provinsi yang terletak berada pada bagian ujung barat pulau Jawa dan bagian dari sebuah provisi Jawa barat yang akhirnya menjadi pemekaran tahun 2.000.

Banten mempunyai tempat rekseasi sebagai tujuan wisata untuk Anda berekreasi bersama sanak keluarga seperti Taman Nasional Ujung Kulon, yang merupakan lokasi konversi alam yang sudah terkenal.

Selain dari segi keindahan alam, Banten juga mempunyai potensi kearifan lokal dengan adanya beberapa kesenian seperti tari topeng, debus, lonjor dan lain – lain.

Inilah beberapa nama alat musik tradisional banten yang perlu diketehaui.

1. Bedug

Bedug merupakan sebuah alat musik yang bentuknya seperti gendang tetapi memiliki ukuran yang lebih besar. Fungsi bedug sebelumnya sebagai alat komunikasi tradisional seperti saat akan adanya kumandang adzan, hampir pada setiap daerah memakai alat musik tradisional ini.

Selain fungsi yang diatas bedug juga digunanakan sebagai alat untuk memanggil warga atau isyarat yang lainnya, seperti tanda bahaya atau semacamnya.

Bedug dibuat dengan sepotong batang kayu yang mempunyai ukuran lumayan besar (sekitar 1 m atau lebih) dan di bagian tengahnya diberi lubang seperti bentuk tabung. Ujungnya yang terlihat lebih besar yang telah dilubangi tersebut nanti akan ditutup memakai kulit binatang yang kegunaannya untuk membranngya dan tempat pemain menabuh. idn poker

Suara bedug mampu menggetarkan raga, suaranya bernada rendah namun terdengar sampai jarak yang lumayan jauh.

Ujung batang yang mempunyai ukuran lebih besar ditutup dengan kulit binatang yang kegunaannya untuk membran atau selaput gendang. Bila dipukul atau ditabuh, bedug menghasilkan suara berat, bernada khas, rendah, namun terdengar sampai jarak yang jauh.

Di daerah tertentu ada kompetisi bedug yang menarik untuk dilihat, Salah satu bedug terbear yang ada di dunia terdapat pada Masjid Darul Mutaqien yang berada di Purwokerto.

2. Angklung Buhun

ALAT MUSIK TRADISIONAL BANTEN

Angklung Buhun merupakan alat musik tradisional Banten atau lebih tepatnya anda bisa menyebutnya Angklungnya suku Baduy masyarakat suku Baduy, kesenian alat musik ini adalah contoh kesenian yang dianggap sakral dan mempunyai nilai-nilai tertentu di dalamnya, seperti contoh karena banyak dari mereka yang masih mempunyai keyakinan animisme.

Angklung Buhun sering di pentaskan di acara tertentu saja, atau di saat menanam padi.

Angklung Buhun merupakan kesenian musik yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Baduy. Menurut sejarah. Angklunh yang berasal dari Kab. Lebak ini dan dari namanya saja kita sudah tahu bahwa angklung mempunyai sejarah yang cukup panjang, arti angklung Buhun sendiri adalah Angklung Tua.

Penggunaan Angklung Buhun dipercaya sudah lama sejak adanya masyarakat Baduy, sehingga sangat penting bagi mereka yang mempertahankan keberadaan alat musik ini. Angklung Buhun hanya digunakan di saat upacara Ngaseuk. Upacara Ngaseuk merupakan upacara adat di saat penanaman padi yang di harapkan bisa berjalan lancar dan bisa diberkahi sampai panen.

3. Dogdog Lojor

ALAT MUSIK TRADISIONAL BANTEN

Dogdog Lojor adalah alat musik tradisional Banten yang tepatnya Banten Selatan. Dogdog mempunyai bentuk layaknya bedug tapi dengan ukuran yang lebih kecil dan panjang. Alat musik ini sering dimainkan untuk mengiringi acara adat seperti contoh acara Seren taun, Ruawatan dan lain-lainnya.

Nama alat musik ini sendiri asalnya dari bunyinya yang seperti “dog dog dog” maka dari itu banyak orang yang menjulukinya Dogdog dan Lojor merupakan bahasa sunda yang mempunyai arti “Panjang”.

Dogdog Lojor mempunyai panjang hampir mencapai 1 meter, maka dari itu pantas saja disebut gendang bedug panjang. Dalam sebuah acara sering ada 2 – 3 alat musik ini untuk iring-iringan Angklung yang mempunyai jenis, kegunaan instrumen ini dibedakan karena mempunyai fungsi simbol tertentu pada permainannya.

4. Pantun Bambu

Pantun bambu adalah alat musik tradisional Banten yang biasa dijumpai pada Cilegon (sebuah kota pada ujung barat laut pulau Jawa) dari dulu. Pantun Bambu dahulunya digunakan oleh para petani di sawah yang sedang beristirahat selepas bekerja / membajak sawah. Seiring berkembangnya zaman, alat musik ini dipakai sebagai tujuan kesenian dan hiburan.

Dan di tahun 2001, alat musik ini diakui DisParBud Cilegon dan sekarang menjadi alat musik tradisional daerah itu sendiri.

Di saat digunakan. alat musik tradisional Pantun Bambu bisa dikolaborasikan dengan alat musik tradisional Banten lainnya, seperti contoh Patingtung, Rudat dan alat musik lainnya. Selain itu, alat musik tradisional Banten juga bisa dipakai untuk mengiringi tarian atau lagu darah bila bisa dimainkan secara kompak dan baik.

Pantun Bambu mengeluarkan irama yang unik dan bisa membuat kita tersenyum saat mendengarnya.

5. Bendrong Lesung atau Lisung

Bendrong Lesung merupakan contoh kesenian tradisional yang berasal dari Banten, seperti contoh Pantun Bambu, Bendrong Lesung dipercaya asalnya dari Cilegon yang tumbuh berkembang menjadi kesenian lokal masyarakat secara turun temurun hingga kini.

Alat musik tradisional Banten Lesung dahulu hanya kesenian tradisi di daerah tertentu sebagai penyambut hari panen raya yang tujuannya untuk mengungkapkan kebahagiaan atas kerja keras dan perjuangan yang mereka lakukan.

Jika kita melihatnya memang alat musik ini tidak terlihat spesial, terbuat dari kayu dan suara yang keluar layaknya alat perkusi (hanya tuk-tuk) tetapi semangat dari para pemain wanita yang membuat kita menjadi semangat.

Bendrong Lesung sampai sekarang masih ada, tetapi jika dibandingkan dengan masa lau, penurunan jelas terlihat bukan karena kesalahan masyarakat, tetapi perubahan zaman dan perkembangan teknologi memang tidak bisa dipungkiri.

Tentu kita harus menjaga kelestarian alat musik tradisional Banten yang kedepannya memang bukan tanggung jawab kita bersama, tetapi biarpun sedikit cobalah menumbuhkan cinta budaya Indonesia yang mempunyai sejarah dan ceritanya masing-masing.

Dengan tahu, sekilas mengenai Banten dan juga alat musik tradisional provinsi Banten, saya harap kepada anda bisa lebih memahami pentingnya untuk menjaga kebudayaan kita agar generasi setelah kita bisa merasakan kesenian secara langsung dibandingkan mendengarnya sebagai cerita sejarah saja.